Selasa, 11 Februari 2020

Review_Fiqih Ibadah

Fiqih Ibadah

Dipelajari muslim yang sudah baligh. Tata cara dan rukun dalam beribadah.

via unsplash

BAB: NAJASAH
Najis menyucikan bukan hanya dengan berwudhu, melainkan dihilangkan pakai air, sedangkan apabila berwudhu, wudhunya tidak batal. Najis adalah sesuatu yang dianggap menjijikan yang mencegah sahnya sholat. Najis tidak boleh terbawa sholat. Najis dibagi dua yakni Najis Hukmiah yakni Najis yang tidak Nampak, dan Najis ‘Ainiyah najis yang tampak.
Najis Hukmiyah (ada, tidak nampak)dibagi menjadi tiga, yakni;
  1. Najis Hukmiyah Mukhoffafah, misal air kencing anak laki-laki yang belum usia 2 tahun. Cara menghilangkan diperciki air.
  2. Najis Hukmiyah Mutawasihoh, misal tai kucing, nanah, darah, cara menghilangkan dialiri air.
  3. Najis Hukmiyah Mugholadzoh, misal najis yang berasal dari ajing dan babi (air liur), termasuk keturunannya, cara menghilangkan dibasuh 7 kali dengan air/debu.

Najis ‘Ainiyah (tampak dan kasat mata warna, bau, dan bentuknya) dibagi menjadi tiga, yakni;
  1. Najis ‘Ainiyah Mukhoffafah, hukumnya ringan, setelah warna dan bentuknya ilang maka diperciki air.
  2. Najis ‘Ainiyah Mutawasihoh, hukumnya sedang, cara menghilangkan dengan benda yang keset, kemudian dialiri air hingga merata. (digosok 3 kali disertai basuhan)
  3. Najis ‘Ainiyah Mugholadzoh. Misal najis yang berasal dari ajing dan babi. Cara menghilangkan dihilangkan dulu kotorannya, baru dibasuh 7 kali dengan air/debu atau lebih.
Dalam menghilangkan najis menggunakan banyak dan sedikitnya air. Setara dua kulah dalam bentuk 55.9 cm2 atau air yang mengalir yang diguyurkan.

BAB: WUDHU
  1. Air tohir (suci) atau bisa dengan tayamum (debu). Tidak bisa menggunakan air yang pernah dipakai/mustakmal. Air yang tercampur tidak boleh dengan air yang lain dalam berwudu. Jangan berwudhu dengan air yang terkena najis, juga makruh apabila berwudhu dengan air yang hangat.
  2. Hal-hal yang membatalkan wudhu, keluar kotoran dari kemaluan dan dubur, baik disengaja maupun tidak. Hilang akal yang berarti gila, mabuk, tidur, dibius. Kemudian bersentuhan kulit yang bukan mahram. Hal lain menyentuh dubur atau kemaluan sendiri atau milik orang lain itu membatalkan wudhu.
  3. Rukun wudhu
-          Niat,
-          Membasuh Wajah,
-          Membasuh tangan hingga siku-siku,
-          Mengusap sebagian kepala (rambut kepala),
-          Membasuh kaki hingga mata kaki,
-          Tertib (urut).
  1. Sunah Rukun Wudhu
-          Bersiwak,
-          Membaca bismillah sambil mencuci telapak tangan,
-          Melafalkan niat,
-          Berkumur (istishar) dan istishaq (memasukan air ke dalam hidung),
-          Membasuh kesuluruhan dari dalam sampai luar,
-          Menyela-nyelai jari tangan dan menyela-nyelai jari kaki,
-          Membasahi kaki sampai betis,
-          Tidak meminta tolong dalam menuangkan air,
-          Tidak mengelap air,
-          Mengerakan cincin apabila menggunakan cincin. Air harus terbasuh merata,
-          Membasuh sampai pinggir mata,
-          Tidak berbicara waktu wudhu. Berbicara tidak membatalkan wudhu, makan pun juga.

BAB MANDI BESAR

  1. Syarat Mandi Besar;
-          Islam,
-          Baligh,
-          Wudhu,
-          Mandhi,
-          Tidak ada sesuatu yang mengubah air,
-          Menghilangkan najis terlebih dahulu,
-          Menggunakan air yang mensucikan,
-          Tidak ada hal yang membatalkan,
-          Mengetahui tata cara bersuci.
  1. Rukun Mandi
-          Niat,
-          Mengalirkan keseluruh tubuh, membasuh bagian kemaluan dan dubur.
  1. Sunah Mandi
-          Membaca basmalah,
-          Wudhu terlebih dahulu,
-          Niat,
-          Mengosok-ngosokan keseluruh badan,
-          Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan,
-          Kencing.
  1. Hal-hal yang mengakibatkan wajib mandi
-          Bersetubuh /jimak,
-          Keluar Seperma dari alat kelamin laki-laki maupun perempuan,
-          Haid,
-          Meniggal dunia.

BAB TAYAMMUM
Tayammum menurut bahasa artinya menyengaja, sedangkan secara istilah berarti mengusap debu yang suci kepada wajah dan tangan sebagai pengganti wudhu dan mandi.
  1. Syarat Tayammum
-          Berhalangan menggunakan air (udhur), yang disebabkan 3 hal;
a.      Tidak menemukan air saat berpergian.
b.      Ada dampak buruk ketika menggunakan air.
c.       Ada air tapi untuk kebutuhan mendesak.
-          Dilakukan setelah masuk waktu sholat.
-          Dilakukan ketika telah berusaha mencari air.
-          Menggunakan debu yang kering yang suci mensucikan.
  1. Rukun Tayammum
-          Memindah Debu,
-          Niat agar diperbolehkan melaksanakan sholat,
-          Mengusap Wajah,
-          Mengusap kedua tangan sampai siku,
-          Tertib.
  1. Sunnah dalam bertayammum
-          Menghadap Kiblat,
-          Bersiwak,
-          Membaca Basmallah,
-          Membaca dua kalimat syahadat,
-          Mendahulukan bagian atas sewaktu mengusap wajah,
-          Melepas cincin pada tepukan pertama,
-          Mendahulukan anggota kanan,
-          Menipiskan debu,
-          Merenggangkan jari-jari tangan,
-          Tidak melepaskan telapak tangan dari anggota tayammum samoai sempurnanya pengusapan,
-          Melebihkan usapan pada anggota tayamum,
-          Tidak mengulang-ulang usapan,
-          Muwalah,
-          Berdo’a,
-          Sholat dua roka’at.
  1. Hal-hal yang membatalkan Tayammum
-          Semua hal yang membatalkan wudhu,
-          Melihat menduga ada air di luar sholat,
-          Murtad,
-          Sembuh dari penyakit,

BAB SHOLAT
Dalam bab sholat pembahasannya meliputi dua hal yakni sholat fardhu dan sholat qoshor dan jama’. Sholat secara bahasa memiliki arti adalah doa. Secara istilah sholat memiliki makna sebagai beberapa bacaan dan perbuatan tertentu yang diawai dengan takbir besertaan niat dan di akhiri dengan salam dan syarat-syarat tertentu.
  1. Syarat wajib sholat
-          Beragama Islam,
-          Baligh,
-          Berakal,
  1. Syarat sah sholat
-          Sucinya anggota tubuh dari hadats,
-          Menutup aurat,
-          Mengetahui waktu masuknya sholat,
-          Menghadap kiblat,
-          Berada di tempat yang suci.
  1. Hal-hal yang membatalkan sholat
-          Mengubah niat,
-          Berpaling dari qiblat,
-          Makan maupun minum,
-          Mengeluarkan suara sekira nampak dua huruf,
-          Murtad.
  1. Rukun-rukun Sholat
-          Niat,
-          Berdiri bagi yang mampu,
-          Takbirotul Ihrom,
-          Membaca sholat alfatihah,
-          Ruku,
-          Thuma’ninah ruku,
-          I’tidal,
-          Thuma’ninah i’tidal,
-          Sujud,
-          Thu’maninah sujud,
-          Duduk diantara dua sujud,
-          Duduk yang terahkir,
-          Membaca tasyahud akhir,
-          Salam yang pertama,
-          Membaca do’a sholawat saat tasyahud akhir,
-          Tertib.
  1. Sholat Qashar
-          Jawaz,
-          Lebih baik (afdhal),
-          Wajib,
# Syarat qoshor sholat
. berpergian tidak untuk maksiat,
. jarak yang ditempuh minimal 2 marhalah,
. sholat yang diqoshor adalah sholat ada’,
. tidak bermakmum pada imam yang melakukan sholat sempurna ,
. niat qoshor sholat pada waktu takbirothul ihrom,
. tahu bahwa qoshor sholat itu boleh,
. dilakukan ketika berpergian,
. berpergian dengan tujuan yang jelas.
  1. Sholat Jama’
-          Jama’ Taqdim, syarat;
. memulai dengan sholat di waktu pertama,
. niat’ jama saat melaksanakan sholat yang pertama,
. muwalah,
. dilakukan dalam perjalanan,
. kedua sholat yang di lakukan, pada waktu sholat yang pertama,
-          Jama’ Ta’khir, syarat
. niat jama’ ta’khir di dalam waktu sholat yang awal (mulai masuk sholat yang awal hingga akhir waktu).

Sumber: Kelas Nikah Institue Jallaludin Rumi 10

 *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Senin, 10 Februari 2020

Review_Fiqih Pernikahan

Fiqih Pernikahan

via unsplash
Fiqih pernikahan: Memilih Jodoh
Standar paling bawah dalam memilih pasangan adalah perkara shalat lima waktu dan ahlak, khususnya ahlak kepada orang tua. Dalam memilih jodoh kita memperhatikan sanad, mahzab, dan sekufu. Untuk mencari informasi itu semua kita bisa mengguanakan pihak perantara yang menjadi informan untuk menggali informasi dari calon yang akan kita ketahui sanad, mahzab, sekufuannya. Mungkin saat ini bisa memantau juga melalui postingan-postinga  media sosialnya. Jadi pada intinya adalah aktif mencari informasi-informasi dari calon yang akan kita pilih. Carilah informasi yang valid.
Fiqih pernikahan: Khitbah (Lamaran)
Langkah yang paling baik dalam melamar adalah memperhatikan adab-adab dengan memperhatikan momen yang tepat, disertai persiapan tidak mendadak, utarakan keinginan untuk menikah, dan sampaikan pandangan calon yang akan dinikahi.
Menolak/menerima adalah hak bagi mempelai wanita. Tapi perlu disadari bahwa orang tua jelas memiliki andil terhadap kehidupan si anak. Karena orang tua berperan besar dalam mengasuh, mendidik, hingga menikahkan. Wanita boleh saja menentukan pilihan pasangan, namun harus senantiasa mengosiasikan kepada orang tuanya.
Yang perlu diumumkan adalah pernikahan. Bentuknya adalah dalam bentuk undangan walimah. Sedangkan perkara lamaran sifatnya bebas, sesuai kepantasan sosial. Lebih baiknya lamaran tidak perlu dipublish, karena lebih utama yang pernikahan dulu.
Khitbah dalam pelaksanaannya juga bisa disebut lamaran, pinangan atau tunangan. Apabila yang dimaksud tunangan itu adalah proses kunjungan keluarga sambil tukar cincin, itu merupakan adat dan budaya setempat. Dalam fiqih pernikahan tidak ada tukar cincin, karena pada dasarnya tukar cincin itu merupakan prosesi simbolik dalam mengikat sebuah hubungan. Dalam proses tukar cincin dilakukan ketika tunangan atau setelah akad nikah. Apabila dilakukan ketika tunangan maka yang memakaikan bukan calon suami, melainkan orang lain, sebagai contohnya adalah calon ibu mertua.
Sebaiknya antara jarak lamaran dengan menikah itu tidak terlalu lama, kalau terlalu lama dikuatirkan muncul hal-hal yang tidak diharapkan, godaan-godaan yang bisa menganggu prosei walimahan. Selain itu juga dapat menyiksa calon pengantin, karena semakin lama kerinduan akan semakin meningkat. Jeda yang cukup bisa dilakukan dalam beberapa minggu atau bulan, guna mempersiapkan keperluan pernikahan. Namun waktu itu sifatnya adalah relatif.
Fiqih pernikahan: Akad Nikah
Rukun menikah;
1.      Mempelai wanita dan laki-laki
Syarat mempelai laki-laki; tulen laki-laki, tidak sedang ikhram (umroh/haji), belum mempunyai istri 4.
Kewajiban mempelai laki-laki;
-          Memberi mahar
-          Memberi nafkah
-          Memberi busana
-          Menyediakan tempat untuk tinggal
Syarat mempelai wanita
-          Tulen, keadaan single, bukan mahrom, tidak sedang ikhram
Kewajiban
-          Taat kepada suami
2.      Wali, menjadi wali dari mempelai wanita (saudara laki-laki, muslim, baligh, adil)
3.      Adanya 2 orang saksi (bisa mendengar dan melihat, muslim, baligh)
4.      Ucapan Ijab Kabul
Ijab berupa ucapan perkataan yang disampaikan kepada mempelai laki-laki dari wali (menikahkan atau mengkawinkan). Ucapan yang menjawab ijab dari wali dibalas oleh mempelai laki-laki. Kabul adalah jawaban yang disampaikan setelah ijab yang diucapkan oleh mempelai laki-laki.

Lafal Ijab dalam bahasa arab
أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي ……. علىالمهر ……. حالا
“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (nama pengantin perempuan) alal mahri (bentuk mahar atau mas kawin) hallan”
قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق
“Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.”
Fiqih pernikahan: Mahar
Mahar merupakan kontrak sosial untuk mengawali hubungan suami dan istri. Harta yang diberikan oleh mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan. Mahar tidak disebut, akadnya tetap sah. Disunahkan menyebutkan mahar saat akad nikah. Mahar menunjukkan kesungguhan dalam meminang mempelai perempuan, bertanggung jawab. Mahar bukan harga jual-beli, mahar sebagai bentuk penghargaan. Mahar bisa diberikan secara tunai, atau diberikan secara berangsur. Sebaik-baiknya wanita adalah yang paling mudah maharnya, sebaik-baiknya mahar yang mudah itu memberi berkah. Sebaik-baiknya meminta mahar adalah sesuai kemampuan, dengan meringankan maharnya. 10 dirham-500 dirham kisaran (1-50 juta). Harta benda seserahan sifatnya adalah hibah/hadiah. Mahar dalam penentuannya itu haruslah memiliki etika, berahlak, dan berfiqih jangan sampai menjadi memberikan orang yang akan memberikan mahar.
Fikih pernikahan: Walimah
Pengertian Walimah berasal dari kata alwalu yang berarti perhimpunan, walimah juga berarti hidangan yang disajikan untuk mengambarkan kegembiraan. Walimah juga bisa merujuk walimatul ursy atau walimatul khitan, dll. Biasanya waliamtul ursy untuk mengambarkan kegembiraan dengan menghidangkan makanan untuk menandai kegembiraan, dilaksanakan mendai pernikahan. Orang-orang yang datang yang mengikuti kegiatan secara tidak langsung menjadi saksi pernikahan. Hikmah nikah adalah menunjukkan kesungguhan dari pengantin pria setelah menikah, harapan selanjutnya adalah memohonkan doa yang baik dari pasangan yang menikah. Adab yang perlu diperhatikan, menggundang orang fakir dan tidak mampu. Dalam pelaksanaannya tidak berlebih-lebihan. Masa pelaksanaan walimah ini menyusaikan adat, tidak berlebihan.
Fiqih pernikahan: Talak
Talak/cerai, terjadi akibat hal-hal yang tidak bisa dihindari mengahruskan untuk bercerai. Ketentuan yang perlu dipahami adalah melepaskan ikatan antara suami dan istri, talak didasari wajib apabila telah bersumpah. Talak kondisi (talak maut = sebab ditinggal mati), (talak hidup). Talak rojiui (talak yang masih dalam tahapan ½, dalam masa idah, masih bisa rujuk). Talak bain (talak yang tidak bisa rujuk)= talak bain sugro dilakukan sampai talak 2, dilakukan sebelum bersetubuh, sebelum keputusan hakim, ini harus ada pembaharuan pernikahan. Kemudian talak bain kubro, langsung tahap 3, harus ada yang menghalalkan istrinya lagi, yang orang ketiga menjadi muhalil kemudian cerai boleh dinikahi lagi. Talak lafad/talak sorih berlaku walaupun tidak disertai niat, talak qinayah berupa sindiran, harus disertai niat, kalau tidak disertai niat tidak menjadi niat. Talak sunah istri dalam keadaan suci dan istri belum dijimak. Talak 3 bidah, haram, dan hukumnya sah ia mendapat dosa, dan talaknya sah. Apabila dijimak maka talak menjadi haram.

Sumber: Kelas Nikah Institue Jallaludin Rumi 10

 *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Minggu, 05 Januari 2020

Opini_Paradok Manusia Cinta


Paradok Manusia Cinta
Oleh: Aji Muhammad Said
dok. pribadi

Bayanganmu dalam pandanganku, namamu mengikat lidahku. Kenanganmu dalam hatiku, ke mana harus kukirimkan kata-kata yang kurangkai ini? Jangan berbicara Mahabah ketika kamu hanya mengikuti kebijaksanaan orang lain. Mahabah yang sesungguhnya adalah apa yang kamu rasakan, ketulusan yang kamu hambakan kepada Tuhanmu. Kecintaan yang kamu tunjukkan kepada Nabimu. Keridhoan atas apapun yang Allah berikan, termasuk rasa syukur dan penderitaan. Milikilah keluasan, karena bahagia terlalu sempit untuk dimiliki sendiri.

Ada banyak paradok dari pikiran kita sendiri. Kearifan lokal lahir dari informasi global. Yang terjadi kita hanya menjadi pengekor dari angin lesus yang berputar secara global dimana trendnya berasal dari westernisasi. Manusia adalah makro kosmos dari alam semesta, sedangkan mikro kosmos adalah semesta itu sendiri.

Pahamilah konsep 5w+h+intuisi+imajinasi (berdialektika dan komprehensif). Intuisi itu kepekaan, suluk artinya orang mencari suatu nilai secara batin, pelakunya bernama salik. Jangan berhenti pada teks, temukanlah makna, intuisi, dan nuansa yang ada pada teks tersebut, dan inilah makna kehidupan yang sejati. Seperti puisi yang hidup, jadilah kehidupan puisi yang ada di hidupmu. Setiap detik itu adalah sholat, istilahnya nawaitu, itu adalah sholat daim. Niatkan apa saja sesuatu yang baik, sesuai dengan pandangan anda. Dalam jawa memiliki istilah mantekaji dan itulah nawaitu, sregep (artinya rajin untuk meniatkan sesuatu secara istiqomah).

Manusia selalu berkonflik dan bertengkar. Kita bertengkar karena perbedaan tafsir. Dunia berdialektika dengan kebenaran dan tafsir masing-masing. Lakukanlah kebaikan minimal sekali sehari, itu menjadi amalanmu yang mengantarkanmu pada kebaikan-kebaikan yang lainnya, meminimalisir konflik.

Syariat, makrifat, hakekat, dan tharikat tidak berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Thariqat jalan untuk menemukan nilai hakekat, yang kemudian disyariatkan dimana berupa amal dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat berupa magrifat. Belajarlah pada ayat Alqur'an yang tidak difirmankan, karena itu mengantarkanmu pada momen-momen yang menajubkan dalam hidup.

Keindahan bisa tercapai dengan kebaikan dan kebenaran, dimana semuanya setiya dalam kesatuan yang sejati. Temukanlah puisi hidupmu, temukanlah kehidupan sejati dari keindahan yang ada dalam hidupmu. Temukanlah kearifan lokal yang ada pada dirimu sendiri. Ketepatan yang menjadikanmu benar dan tepat. Kearifan lokal adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada manusia untuk berdaulat pada dirinya untuk menjadi ahli, dan menghasilkan budaya yang menjadi karakter dan kualitas yang ia miliki.

Jangan hidup seperti ombak anak muda, ketika jauh merindukan ombak, namun ketika dekat pecah sendiri. Manusia itu tidak tahu apa-apa. Kehidupan selalu bersifat dinamis, manusia selalu hidup dalam kebingungan. Seluruh amal baik dan gagasan baik itu disimpan secara rohaniah, dan berkontibel satu sama lain, menjadi jawaban yang dijawab atas pertanyaan mungkar-nakir.

Rahmat dari Langit dan Semesta

Nabi adalah kerinduan dan cinta yang abadi. Cinta adalah sebuah entitas yang tidak bisa didefinisikan. Itu adalah obat dari segala macam penyakit. Ayat tak terfirmankan adalah tanda-tanda alam semesta yang kau rasakan dan hidup dalam perjalanan hidupmu. Puncak cinta adalah doa yang mengariskan keselamatan, kebaikan, dan keindahan, tanpa kamu menatapnya secara langsung, tanpa memiliki secara lahiriah, 'litaskunu ilaiha' cinta yang mendasari hanya dan pada Allah SWT. Jangan sampai cintamu rusak juga oleh pikiran-pikiran negatifmu. Cinta pada dasarnya tersimpan di dada dan sanubarimu, jika kamu menatap, menyentuh, atau memilikinya, cintamu akan batal, dan kamu tidak akan memilikinya lagi sama sekali, jagalah baik-baik.

Tarian Rembulan: Daya, Upaya, dan Kuasa

Apakah kamu mengetahui tempat segala sesuatu itu di dalam dirimu, sehingga kamu menanyakan tempat-Nya? Karena perasaan dan pikiranmu tidak memiliki tempat, bagaimana mungkin persemayaman Allah bisa ditemukan? Bagaimanapun juga, Pencipta pikiran lebih subtil dari pikiran itu sendiri. Saat kamu melihat cinta di dalam dirimu, doronglah agar ia terus bertambah. Saat kamu melihat gejala awal itu ada di dalam dirimi, yaitu keinginan mencari Allah, tingkatkanlah ia dengan pencarian yang abadi, karena dalam 'pergerakan ada berkah' . Jika gejala ini tidak bertambah, maka ia akan lari meninggalkanmu. Manusia tidak lebih kecil dari bumi, mereka telah berhasil mengubah bumi dengan mencangkul, membolak-balikan dan membajak tanahnya hingga tumbuhlah berbagai tumbuhan. Namun saat mereka menyia-nyiakannya, bumi akan menjadi keras.

Dalam buku Fihi ma fihi, Maulana Rumi menyampaikan renungan, bahwa seorang bayi yang menangis, kemudian sang ibu memberinya air susu. Seandainya ia mampu berpikir lalu berkata: "Apa gunanya tangisku dan apa sebab ibu memberikan air susu?" Niscaya ia tidak akan mendapatkan susu. Dari sini bisa kita pahami bahwa tangisan si bayi itulah yang membawakan susu untuknya. Demikian juga ketika manusia mempertanyakan: "Apa manfaatnya rukuk dan sujud ini? Kenapa aku harus melakukannya?" Setiap kesadaran akan sesuatu adalah ketidak sadaran akan sesuatu yang lain. Bahkan bumi sekalipun, dengan semua benda padat di atasnya, menyadari apa yang diberikan Allah kepadanya. Karena jika bumi tidak menyadarinya, bagaimana mungkin ia bisa menerima siraman air, dan bagaimana mungkin ia bisa menjaganya serta menumbuhkan setiap biji sesuai dengan tuntutan. Arti Islam adalah semua proses yang memungkinkan semua mahluk hidup dan alam semesta kembali kepada Allah.

Dengan mengingat Allah, sedikit demi sedikit jiwamu akan menyinari segala sesuatu, hingga akan tiba saatnya kamu melepaskan  diri dari alam fana ini. Sebagaimana seekor burung yang mencoba untuk terbang ke langit, meskipun ia tidak pernah berhasil sampai ke langit, tapi setiap ia terbang menjauh dari bumi dan ia berada lebih tinggi dari burung-burung lainnya. “Dan kami uji mereka, dengan nikmat yang baik dan bencana yang buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran (Qs. Al-Baqarah: 179)”. Seperti kekayaan yang menjadi keridhoan kepada Allah. Orang yang kaya adalah orang yang ikhkas kepada apapun saja yang dikehendaki Allah atas dirinya, itulah kekayaan yang sejati.

Disadur dari buku Inilah Fihi Ma Fihi Jalan Cinta Rumi


  *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Kamis, 12 Desember 2019

Opini_Cinta dan Pesan Maulana Rummi

Cinta dan Pesan Maulana Rummi
oleh: Aji Muhammad Said
dok. pribadi
Setiap kalimat itu memiliki bias. Dalam setiap kata tidaklah selalu mengikat dalam agama. Sibuk mencari dunia, sampai lupa mencari akhirat, hidup tidak hanya singgah untuk minum, tapi berbagi disaat haus. Cinta menjadikan sesuatu menjadi tampak menawan, tapi segala sesuatu yang menawan tak selalu memiliki cinta. 

Kalau kamu mau senang masuklah penderitaan cinta. Ingatan kepada cinta menyegarkan hati si pecinta. Momentum cinta muncul dari kesulitan yang dialami. Ribuan orang berbakat cemerlang, tapi asing terhadap cinta. Telah lenyap tanpa meninggalkan riwayat atau peninggalan yang mengabadikan namanya.  Engkau bisa mencoba 100 hal, tapi cinta yang akan membebaskanmu dari dirimu sendiri. Maka jangan melarikan dirimu dari cinta, sekalipun dari cinta dalam samaran duniawi.

Level cinta pada tahapan awal adalah artifisial yakni belajar mencintai dulu. Hatimu lunakkan dulu dengan cinta, karena itu persiapan tertinggi dari kebenaran, bahwa dasar cinta itu bermuara pada Allah. Yang harus dilakukan adalah belajar pada apapun, dan belajar mencintai apapun. Latihan jatuh cinta, hiduplah dengan alur yang penuh cinta. Nanti batinmu terlatih dengan penuh cinta.

Walaupun Allah telah berjanji akan memberikan balasan atas perbuatan baik dan buruk di hari kiamat kelak, akan tetapi contoh dari balasan tersebut telah Allah kirimkan kepada kita di setiap waktu dan kerlingan mata. Jika kebahagiaan masuk ke dalam hati seseorang, maka itu adalah balasan baginya karena membuat orang lain bahagia. Jika seseorang bersedih, maka itu juga merupakan balasan baginya karena membuat orang lain bersedih. Ini semua adalah hadiah dari dunia yang lain dan tanda bagi hari pembalasan nanti, agar orang-orang bisa memahami yang banyak dari yang sedikit, sebagaimana kamu mengambil segenggam gandum sebagai contoh dari gandum-gandum yang ada di dalam karung.

Allah berfirman "Wahai Muhammad, jangan kau berputus asa, Aku tidak akan membiarkanmu sibuk dengan urusan manusia, bahkan di dalam derasnya kesibukanmu itu, kau tetap bersama-Ku. Ketika kau sibuk bersama manusia, tak sedetikpun waktumu bersama-Ku akan diambil darimu. Bahkan meski kamu berada di tengah-tengah lautan manusia, kau tetap bersama-Ku"

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia juga akan melihat (balasan)nya (Qs.al-Zalzalah: 7-8)."

Kadang kita melihat orang yang menderita menjadi sangat bahagia, dan orang yang sangat bahagia menjadi begitu menderita. Maulana Rumi menjawab bahwa; orang yang menderita itu kemudian berbuat kebaikan atau berpikir untuk melakukan kebaikan, maka jadilah ia orang yang bahagia. Sementara orang yang bahagia tadi menjadi menderita, karena ia kemudian melakukan keburukan-keburukan, maka berubahlah ia menjadi orang yang menderita. Maulana rumi berkata; "Demi Allah, sudah sepatutnya bagi manusia untuk selalu memiliki harapan. Iman itu sendiri terdiri atas rasa takut dan harapan." Apalah arti bentuk jika yang utama adalah esensi dari manusianya. Bagaimana mungkin cinta Tuhan Bisa melepaskanmu pergi.

"Dan bahwasanya hanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (Qs. an-Najm:42). Artinya, puncak dari kecintaanmu pada sesuatu selain diri-Nya. Mencari sesuatu selain diriNya, akan tetap berakhir pada Allah. Jadi cintailah Allah demi Dia semata.

Bahwa segala sesuatu yang dicintai tidak lepas dari segala sesuatu yang dibenci. Karena yang pertama, tanpa adanya yang kedua adalah mustahil adanya. Secara logika, yang dicintai ada karena hilangnya yang dibenci, dan mustahil sesuatu yang dibenci hilang didahului oleh keberadaannya. Kebahagiaan adalah hilangnya kesedihan sedang kesedihan tak akan hilang tanpa didahului oleh keberadaannya. Demikian keduanya menjadi satu. Setiap orang memiliki akal parsial butuh belajar, dan akal  universal adalah akal sumber yang mereka cari. Para Nabi dan para Wali telah menyatukan akal parsial dengan akal universal, sehingga keduanya menjadi satu.

Maulana Rumi berkata; "Benar, pertama-tama niat ini berada di alam arwah sebelum ia pindah ke alam jasmani. Jadi jika ia didatangkan bersama kita ke alam jasmani tanpa membawa maslahat, maka itu hal yang mustahil, sebab perkataan memiliki pekerjaan yang diliputi oleh banyak kemanfaatan.

Allah berfitman: "Seandainya kamu berpaling dari sesuatu yang kamu kejar-kejar itu dan memaafkan dirimu serta mengucilkannya, maka semuanya akan baik-baik saja. Seandainya mereka melintas dalam pikiranmu dan kamu meninggalkannya demi Aku semata, ketahuilah bahwa kemulian-Ku adalah tidak terbatas, dan Aku akan menjadikan sesuatu itu berada dalam genggamanmu"

Semua ilmu-ilmu ini berasal dari alam yang tidak berhuruf dan bersuara , kemudian bergerak menuju alam yang berhuruf dan bersuara. Di alam sana, ucapan tidak berhuruf dan juga tidak bersuara. "Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya".(Qs. Al-Anfal). Hal yang tidak tersingkap ini bisa dicerna dengan perbandingan. Allah berfirman " Dan tidaklah sama antara orang buta dengan orang yang melihat. Tidak pula sama antara gelap gulita dengan cahaya. Tidak pula sama antara yang teduh dengan yang panas. "(Qs. Fathir:19-21). Sebuah kisah menuliskan bahasa cinta yang termasyhur Majnun menulis untuk Laila; "Khayalanmu di mataku, namamu di mulutku, Ingatanmu dihatiku, lalu di mana lagi aku bisa menulis".

Disadur dari buku Inilah Fihi Ma Fihi Jalan Cinta Rumi

  *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.