Senin, 10 Februari 2020

Review_Fiqih Pernikahan

Fiqih Pernikahan

via unsplash
Fiqih pernikahan: Memilih Jodoh
Standar paling bawah dalam memilih pasangan adalah perkara shalat lima waktu dan ahlak, khususnya ahlak kepada orang tua. Dalam memilih jodoh kita memperhatikan sanad, mahzab, dan sekufu. Untuk mencari informasi itu semua kita bisa mengguanakan pihak perantara yang menjadi informan untuk menggali informasi dari calon yang akan kita ketahui sanad, mahzab, sekufuannya. Mungkin saat ini bisa memantau juga melalui postingan-postinga  media sosialnya. Jadi pada intinya adalah aktif mencari informasi-informasi dari calon yang akan kita pilih. Carilah informasi yang valid.
Fiqih pernikahan: Khitbah (Lamaran)
Langkah yang paling baik dalam melamar adalah memperhatikan adab-adab dengan memperhatikan momen yang tepat, disertai persiapan tidak mendadak, utarakan keinginan untuk menikah, dan sampaikan pandangan calon yang akan dinikahi.
Menolak/menerima adalah hak bagi mempelai wanita. Tapi perlu disadari bahwa orang tua jelas memiliki andil terhadap kehidupan si anak. Karena orang tua berperan besar dalam mengasuh, mendidik, hingga menikahkan. Wanita boleh saja menentukan pilihan pasangan, namun harus senantiasa mengosiasikan kepada orang tuanya.
Yang perlu diumumkan adalah pernikahan. Bentuknya adalah dalam bentuk undangan walimah. Sedangkan perkara lamaran sifatnya bebas, sesuai kepantasan sosial. Lebih baiknya lamaran tidak perlu dipublish, karena lebih utama yang pernikahan dulu.
Khitbah dalam pelaksanaannya juga bisa disebut lamaran, pinangan atau tunangan. Apabila yang dimaksud tunangan itu adalah proses kunjungan keluarga sambil tukar cincin, itu merupakan adat dan budaya setempat. Dalam fiqih pernikahan tidak ada tukar cincin, karena pada dasarnya tukar cincin itu merupakan prosesi simbolik dalam mengikat sebuah hubungan. Dalam proses tukar cincin dilakukan ketika tunangan atau setelah akad nikah. Apabila dilakukan ketika tunangan maka yang memakaikan bukan calon suami, melainkan orang lain, sebagai contohnya adalah calon ibu mertua.
Sebaiknya antara jarak lamaran dengan menikah itu tidak terlalu lama, kalau terlalu lama dikuatirkan muncul hal-hal yang tidak diharapkan, godaan-godaan yang bisa menganggu prosei walimahan. Selain itu juga dapat menyiksa calon pengantin, karena semakin lama kerinduan akan semakin meningkat. Jeda yang cukup bisa dilakukan dalam beberapa minggu atau bulan, guna mempersiapkan keperluan pernikahan. Namun waktu itu sifatnya adalah relatif.
Fiqih pernikahan: Akad Nikah
Rukun menikah;
1.      Mempelai wanita dan laki-laki
Syarat mempelai laki-laki; tulen laki-laki, tidak sedang ikhram (umroh/haji), belum mempunyai istri 4.
Kewajiban mempelai laki-laki;
-          Memberi mahar
-          Memberi nafkah
-          Memberi busana
-          Menyediakan tempat untuk tinggal
Syarat mempelai wanita
-          Tulen, keadaan single, bukan mahrom, tidak sedang ikhram
Kewajiban
-          Taat kepada suami
2.      Wali, menjadi wali dari mempelai wanita (saudara laki-laki, muslim, baligh, adil)
3.      Adanya 2 orang saksi (bisa mendengar dan melihat, muslim, baligh)
4.      Ucapan Ijab Kabul
Ijab berupa ucapan perkataan yang disampaikan kepada mempelai laki-laki dari wali (menikahkan atau mengkawinkan). Ucapan yang menjawab ijab dari wali dibalas oleh mempelai laki-laki. Kabul adalah jawaban yang disampaikan setelah ijab yang diucapkan oleh mempelai laki-laki.

Lafal Ijab dalam bahasa arab
أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي ……. علىالمهر ……. حالا
“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (nama pengantin perempuan) alal mahri (bentuk mahar atau mas kawin) hallan”
قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق
“Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.”
Fiqih pernikahan: Mahar
Mahar merupakan kontrak sosial untuk mengawali hubungan suami dan istri. Harta yang diberikan oleh mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan. Mahar tidak disebut, akadnya tetap sah. Disunahkan menyebutkan mahar saat akad nikah. Mahar menunjukkan kesungguhan dalam meminang mempelai perempuan, bertanggung jawab. Mahar bukan harga jual-beli, mahar sebagai bentuk penghargaan. Mahar bisa diberikan secara tunai, atau diberikan secara berangsur. Sebaik-baiknya wanita adalah yang paling mudah maharnya, sebaik-baiknya mahar yang mudah itu memberi berkah. Sebaik-baiknya meminta mahar adalah sesuai kemampuan, dengan meringankan maharnya. 10 dirham-500 dirham kisaran (1-50 juta). Harta benda seserahan sifatnya adalah hibah/hadiah. Mahar dalam penentuannya itu haruslah memiliki etika, berahlak, dan berfiqih jangan sampai menjadi memberikan orang yang akan memberikan mahar.
Fikih pernikahan: Walimah
Pengertian Walimah berasal dari kata alwalu yang berarti perhimpunan, walimah juga berarti hidangan yang disajikan untuk mengambarkan kegembiraan. Walimah juga bisa merujuk walimatul ursy atau walimatul khitan, dll. Biasanya waliamtul ursy untuk mengambarkan kegembiraan dengan menghidangkan makanan untuk menandai kegembiraan, dilaksanakan mendai pernikahan. Orang-orang yang datang yang mengikuti kegiatan secara tidak langsung menjadi saksi pernikahan. Hikmah nikah adalah menunjukkan kesungguhan dari pengantin pria setelah menikah, harapan selanjutnya adalah memohonkan doa yang baik dari pasangan yang menikah. Adab yang perlu diperhatikan, menggundang orang fakir dan tidak mampu. Dalam pelaksanaannya tidak berlebih-lebihan. Masa pelaksanaan walimah ini menyusaikan adat, tidak berlebihan.
Fiqih pernikahan: Talak
Talak/cerai, terjadi akibat hal-hal yang tidak bisa dihindari mengahruskan untuk bercerai. Ketentuan yang perlu dipahami adalah melepaskan ikatan antara suami dan istri, talak didasari wajib apabila telah bersumpah. Talak kondisi (talak maut = sebab ditinggal mati), (talak hidup). Talak rojiui (talak yang masih dalam tahapan ½, dalam masa idah, masih bisa rujuk). Talak bain (talak yang tidak bisa rujuk)= talak bain sugro dilakukan sampai talak 2, dilakukan sebelum bersetubuh, sebelum keputusan hakim, ini harus ada pembaharuan pernikahan. Kemudian talak bain kubro, langsung tahap 3, harus ada yang menghalalkan istrinya lagi, yang orang ketiga menjadi muhalil kemudian cerai boleh dinikahi lagi. Talak lafad/talak sorih berlaku walaupun tidak disertai niat, talak qinayah berupa sindiran, harus disertai niat, kalau tidak disertai niat tidak menjadi niat. Talak sunah istri dalam keadaan suci dan istri belum dijimak. Talak 3 bidah, haram, dan hukumnya sah ia mendapat dosa, dan talaknya sah. Apabila dijimak maka talak menjadi haram.

Sumber: Kelas Nikah Institue Jallaludin Rumi 10

 *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Minggu, 05 Januari 2020

Opini_Paradok Manusia Cinta


Paradok Manusia Cinta
Oleh: Aji Muhammad Said
dok. pribadi

Bayanganmu dalam pandanganku, namamu mengikat lidahku. Kenanganmu dalam hatiku, ke mana harus kukirimkan kata-kata yang kurangkai ini? Jangan berbicara Mahabah ketika kamu hanya mengikuti kebijaksanaan orang lain. Mahabah yang sesungguhnya adalah apa yang kamu rasakan, ketulusan yang kamu hambakan kepada Tuhanmu. Kecintaan yang kamu tunjukkan kepada Nabimu. Keridhoan atas apapun yang Allah berikan, termasuk rasa syukur dan penderitaan. Milikilah keluasan, karena bahagia terlalu sempit untuk dimiliki sendiri.

Ada banyak paradok dari pikiran kita sendiri. Kearifan lokal lahir dari informasi global. Yang terjadi kita hanya menjadi pengekor dari angin lesus yang berputar secara global dimana trendnya berasal dari westernisasi. Manusia adalah makro kosmos dari alam semesta, sedangkan mikro kosmos adalah semesta itu sendiri.

Pahamilah konsep 5w+h+intuisi+imajinasi (berdialektika dan komprehensif). Intuisi itu kepekaan, suluk artinya orang mencari suatu nilai secara batin, pelakunya bernama salik. Jangan berhenti pada teks, temukanlah makna, intuisi, dan nuansa yang ada pada teks tersebut, dan inilah makna kehidupan yang sejati. Seperti puisi yang hidup, jadilah kehidupan puisi yang ada di hidupmu. Setiap detik itu adalah sholat, istilahnya nawaitu, itu adalah sholat daim. Niatkan apa saja sesuatu yang baik, sesuai dengan pandangan anda. Dalam jawa memiliki istilah mantekaji dan itulah nawaitu, sregep (artinya rajin untuk meniatkan sesuatu secara istiqomah).

Manusia selalu berkonflik dan bertengkar. Kita bertengkar karena perbedaan tafsir. Dunia berdialektika dengan kebenaran dan tafsir masing-masing. Lakukanlah kebaikan minimal sekali sehari, itu menjadi amalanmu yang mengantarkanmu pada kebaikan-kebaikan yang lainnya, meminimalisir konflik.

Syariat, makrifat, hakekat, dan tharikat tidak berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Thariqat jalan untuk menemukan nilai hakekat, yang kemudian disyariatkan dimana berupa amal dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat berupa magrifat. Belajarlah pada ayat Alqur'an yang tidak difirmankan, karena itu mengantarkanmu pada momen-momen yang menajubkan dalam hidup.

Keindahan bisa tercapai dengan kebaikan dan kebenaran, dimana semuanya setiya dalam kesatuan yang sejati. Temukanlah puisi hidupmu, temukanlah kehidupan sejati dari keindahan yang ada dalam hidupmu. Temukanlah kearifan lokal yang ada pada dirimu sendiri. Ketepatan yang menjadikanmu benar dan tepat. Kearifan lokal adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada manusia untuk berdaulat pada dirinya untuk menjadi ahli, dan menghasilkan budaya yang menjadi karakter dan kualitas yang ia miliki.

Jangan hidup seperti ombak anak muda, ketika jauh merindukan ombak, namun ketika dekat pecah sendiri. Manusia itu tidak tahu apa-apa. Kehidupan selalu bersifat dinamis, manusia selalu hidup dalam kebingungan. Seluruh amal baik dan gagasan baik itu disimpan secara rohaniah, dan berkontibel satu sama lain, menjadi jawaban yang dijawab atas pertanyaan mungkar-nakir.

Rahmat dari Langit dan Semesta

Nabi adalah kerinduan dan cinta yang abadi. Cinta adalah sebuah entitas yang tidak bisa didefinisikan. Itu adalah obat dari segala macam penyakit. Ayat tak terfirmankan adalah tanda-tanda alam semesta yang kau rasakan dan hidup dalam perjalanan hidupmu. Puncak cinta adalah doa yang mengariskan keselamatan, kebaikan, dan keindahan, tanpa kamu menatapnya secara langsung, tanpa memiliki secara lahiriah, 'litaskunu ilaiha' cinta yang mendasari hanya dan pada Allah SWT. Jangan sampai cintamu rusak juga oleh pikiran-pikiran negatifmu. Cinta pada dasarnya tersimpan di dada dan sanubarimu, jika kamu menatap, menyentuh, atau memilikinya, cintamu akan batal, dan kamu tidak akan memilikinya lagi sama sekali, jagalah baik-baik.

Tarian Rembulan: Daya, Upaya, dan Kuasa

Apakah kamu mengetahui tempat segala sesuatu itu di dalam dirimu, sehingga kamu menanyakan tempat-Nya? Karena perasaan dan pikiranmu tidak memiliki tempat, bagaimana mungkin persemayaman Allah bisa ditemukan? Bagaimanapun juga, Pencipta pikiran lebih subtil dari pikiran itu sendiri. Saat kamu melihat cinta di dalam dirimu, doronglah agar ia terus bertambah. Saat kamu melihat gejala awal itu ada di dalam dirimi, yaitu keinginan mencari Allah, tingkatkanlah ia dengan pencarian yang abadi, karena dalam 'pergerakan ada berkah' . Jika gejala ini tidak bertambah, maka ia akan lari meninggalkanmu. Manusia tidak lebih kecil dari bumi, mereka telah berhasil mengubah bumi dengan mencangkul, membolak-balikan dan membajak tanahnya hingga tumbuhlah berbagai tumbuhan. Namun saat mereka menyia-nyiakannya, bumi akan menjadi keras.

Dalam buku Fihi ma fihi, Maulana Rumi menyampaikan renungan, bahwa seorang bayi yang menangis, kemudian sang ibu memberinya air susu. Seandainya ia mampu berpikir lalu berkata: "Apa gunanya tangisku dan apa sebab ibu memberikan air susu?" Niscaya ia tidak akan mendapatkan susu. Dari sini bisa kita pahami bahwa tangisan si bayi itulah yang membawakan susu untuknya. Demikian juga ketika manusia mempertanyakan: "Apa manfaatnya rukuk dan sujud ini? Kenapa aku harus melakukannya?" Setiap kesadaran akan sesuatu adalah ketidak sadaran akan sesuatu yang lain. Bahkan bumi sekalipun, dengan semua benda padat di atasnya, menyadari apa yang diberikan Allah kepadanya. Karena jika bumi tidak menyadarinya, bagaimana mungkin ia bisa menerima siraman air, dan bagaimana mungkin ia bisa menjaganya serta menumbuhkan setiap biji sesuai dengan tuntutan. Arti Islam adalah semua proses yang memungkinkan semua mahluk hidup dan alam semesta kembali kepada Allah.

Dengan mengingat Allah, sedikit demi sedikit jiwamu akan menyinari segala sesuatu, hingga akan tiba saatnya kamu melepaskan  diri dari alam fana ini. Sebagaimana seekor burung yang mencoba untuk terbang ke langit, meskipun ia tidak pernah berhasil sampai ke langit, tapi setiap ia terbang menjauh dari bumi dan ia berada lebih tinggi dari burung-burung lainnya. “Dan kami uji mereka, dengan nikmat yang baik dan bencana yang buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran (Qs. Al-Baqarah: 179)”. Seperti kekayaan yang menjadi keridhoan kepada Allah. Orang yang kaya adalah orang yang ikhkas kepada apapun saja yang dikehendaki Allah atas dirinya, itulah kekayaan yang sejati.

Disadur dari buku Inilah Fihi Ma Fihi Jalan Cinta Rumi


  *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Kamis, 12 Desember 2019

Opini_Cinta dan Pesan Maulana Rummi

Cinta dan Pesan Maulana Rummi
oleh: Aji Muhammad Said
dok. pribadi
Setiap kalimat itu memiliki bias. Dalam setiap kata tidaklah selalu mengikat dalam agama. Sibuk mencari dunia, sampai lupa mencari akhirat, hidup tidak hanya singgah untuk minum, tapi berbagi disaat haus. Cinta menjadikan sesuatu menjadi tampak menawan, tapi segala sesuatu yang menawan tak selalu memiliki cinta. 

Kalau kamu mau senang masuklah penderitaan cinta. Ingatan kepada cinta menyegarkan hati si pecinta. Momentum cinta muncul dari kesulitan yang dialami. Ribuan orang berbakat cemerlang, tapi asing terhadap cinta. Telah lenyap tanpa meninggalkan riwayat atau peninggalan yang mengabadikan namanya.  Engkau bisa mencoba 100 hal, tapi cinta yang akan membebaskanmu dari dirimu sendiri. Maka jangan melarikan dirimu dari cinta, sekalipun dari cinta dalam samaran duniawi.

Level cinta pada tahapan awal adalah artifisial yakni belajar mencintai dulu. Hatimu lunakkan dulu dengan cinta, karena itu persiapan tertinggi dari kebenaran, bahwa dasar cinta itu bermuara pada Allah. Yang harus dilakukan adalah belajar pada apapun, dan belajar mencintai apapun. Latihan jatuh cinta, hiduplah dengan alur yang penuh cinta. Nanti batinmu terlatih dengan penuh cinta.

Walaupun Allah telah berjanji akan memberikan balasan atas perbuatan baik dan buruk di hari kiamat kelak, akan tetapi contoh dari balasan tersebut telah Allah kirimkan kepada kita di setiap waktu dan kerlingan mata. Jika kebahagiaan masuk ke dalam hati seseorang, maka itu adalah balasan baginya karena membuat orang lain bahagia. Jika seseorang bersedih, maka itu juga merupakan balasan baginya karena membuat orang lain bersedih. Ini semua adalah hadiah dari dunia yang lain dan tanda bagi hari pembalasan nanti, agar orang-orang bisa memahami yang banyak dari yang sedikit, sebagaimana kamu mengambil segenggam gandum sebagai contoh dari gandum-gandum yang ada di dalam karung.

Allah berfirman "Wahai Muhammad, jangan kau berputus asa, Aku tidak akan membiarkanmu sibuk dengan urusan manusia, bahkan di dalam derasnya kesibukanmu itu, kau tetap bersama-Ku. Ketika kau sibuk bersama manusia, tak sedetikpun waktumu bersama-Ku akan diambil darimu. Bahkan meski kamu berada di tengah-tengah lautan manusia, kau tetap bersama-Ku"

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia juga akan melihat (balasan)nya (Qs.al-Zalzalah: 7-8)."

Kadang kita melihat orang yang menderita menjadi sangat bahagia, dan orang yang sangat bahagia menjadi begitu menderita. Maulana Rumi menjawab bahwa; orang yang menderita itu kemudian berbuat kebaikan atau berpikir untuk melakukan kebaikan, maka jadilah ia orang yang bahagia. Sementara orang yang bahagia tadi menjadi menderita, karena ia kemudian melakukan keburukan-keburukan, maka berubahlah ia menjadi orang yang menderita. Maulana rumi berkata; "Demi Allah, sudah sepatutnya bagi manusia untuk selalu memiliki harapan. Iman itu sendiri terdiri atas rasa takut dan harapan." Apalah arti bentuk jika yang utama adalah esensi dari manusianya. Bagaimana mungkin cinta Tuhan Bisa melepaskanmu pergi.

"Dan bahwasanya hanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (Qs. an-Najm:42). Artinya, puncak dari kecintaanmu pada sesuatu selain diri-Nya. Mencari sesuatu selain diriNya, akan tetap berakhir pada Allah. Jadi cintailah Allah demi Dia semata.

Bahwa segala sesuatu yang dicintai tidak lepas dari segala sesuatu yang dibenci. Karena yang pertama, tanpa adanya yang kedua adalah mustahil adanya. Secara logika, yang dicintai ada karena hilangnya yang dibenci, dan mustahil sesuatu yang dibenci hilang didahului oleh keberadaannya. Kebahagiaan adalah hilangnya kesedihan sedang kesedihan tak akan hilang tanpa didahului oleh keberadaannya. Demikian keduanya menjadi satu. Setiap orang memiliki akal parsial butuh belajar, dan akal  universal adalah akal sumber yang mereka cari. Para Nabi dan para Wali telah menyatukan akal parsial dengan akal universal, sehingga keduanya menjadi satu.

Maulana Rumi berkata; "Benar, pertama-tama niat ini berada di alam arwah sebelum ia pindah ke alam jasmani. Jadi jika ia didatangkan bersama kita ke alam jasmani tanpa membawa maslahat, maka itu hal yang mustahil, sebab perkataan memiliki pekerjaan yang diliputi oleh banyak kemanfaatan.

Allah berfitman: "Seandainya kamu berpaling dari sesuatu yang kamu kejar-kejar itu dan memaafkan dirimu serta mengucilkannya, maka semuanya akan baik-baik saja. Seandainya mereka melintas dalam pikiranmu dan kamu meninggalkannya demi Aku semata, ketahuilah bahwa kemulian-Ku adalah tidak terbatas, dan Aku akan menjadikan sesuatu itu berada dalam genggamanmu"

Semua ilmu-ilmu ini berasal dari alam yang tidak berhuruf dan bersuara , kemudian bergerak menuju alam yang berhuruf dan bersuara. Di alam sana, ucapan tidak berhuruf dan juga tidak bersuara. "Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya".(Qs. Al-Anfal). Hal yang tidak tersingkap ini bisa dicerna dengan perbandingan. Allah berfirman " Dan tidaklah sama antara orang buta dengan orang yang melihat. Tidak pula sama antara gelap gulita dengan cahaya. Tidak pula sama antara yang teduh dengan yang panas. "(Qs. Fathir:19-21). Sebuah kisah menuliskan bahasa cinta yang termasyhur Majnun menulis untuk Laila; "Khayalanmu di mataku, namamu di mulutku, Ingatanmu dihatiku, lalu di mana lagi aku bisa menulis".

Disadur dari buku Inilah Fihi Ma Fihi Jalan Cinta Rumi

  *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Kamis, 14 November 2019

Opini_Pesan dalam Pesan


Pesan dalam Pesan
Oleh: Aji Muhammad Said


via dok.pribadi; Masjid Agung Palembang



Ada banyak pemahaman dalam berpendapat berkaitan dengan sesuatu yang kita lakukan. Dasar itu semua adalah ilmu dan iman (taqwa). Setiap orang punya niat masing-masing dalam hidupnya. Niat ini ditujukan untuk mencapai tujuan masing-masing. Namun beda kata apabila sebuah tindakan ditujukan untuk mendapat imbalan itu namanya pamrih. Berbanding sebaliknya, apabila menghargai suatu hal, artinya kita menghargai hal atau tindakan yang orang lain lakukan kepada kita, ini seperti ucapan terima kasih untuk apa yang orang beri kepada kita, niat kita mengapresiasi apa yang orang lain lakukan. Apabila bertemu niat seseorang untuk mendapat pamrih dan niat orang mengapresiasi, maka melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, orang yang berbeda, terutama pada niatnya. Ada istilah ikhlas dan tulus, artinya kita melakukan sesuatu tidak mengharapkan sesuatu, murni tujuan adalah berbuat baik. Melandasi sesuatu atas dasar Allah.

Jangan berikan kebijaksanaan pada orang yang tidak layak untuk menerimanya, karena ia kelak akan menzalimimu. Jangan kamu simpan kebijaksanaan dari orang yang layak menerimanya, itu berarti kamu telah menzaliminya. Kami meneguk minuman yang baik milik orang baik---ternyata beginilah manisnya minuman untuk orang-orang yang baik. Kami minum lalu sisanya kami tuangkan ke bumi---Dalam cangkir kedermawanan, terdapat porsi untuk bumi.

Maulana Rumi mengatakan; "Demi Allah, sudah sepatutnya bagi manusia untuk selalu memiliki harapan. Iman itu sendiri terdiri atas rasa takut dan harapan." Prinsip rahasia dari segala sesuatu adalah ucapan dan kata-kata. Kamu belum benar-benar mengetahui ucapan dan kata-kata itu, dan karenanya kamu menganggapnya tidak penting. Bagaimanapun ucapan adalah buah dari pohon tindakan. Karena kata-kata dilahirkan dari tindakan. Allah SWT menciptakan dunia dengan kata-kata "jadi, maka jadilah."

Sebagai contoh, jika seseorang menanam benih gandum, tentu ia berharap bahwa suatu saat ia akan memanen gandum itu. Di saat yang bersamaan, ia juga takut penyakit dan hama yang mengakibatkan dirinya gagal panen. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa tidak ada harapan tanpa adanya rasa takut. Kita bahkan tidak mungkin membayangkan harapan tanpa rasa takut, atau bahkan sebaliknya. Jika seseorang memupuk harapan akan balasan atas kebaikan yang dilakukannya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi lebih giat dan rajin dalam bekerja. Harapan seperti menjadi sayap baginya. Di mana semakin kuat lambaian sayapnya maka akan semakin tinggi. Sementara jika ia berputus asa, ia akan menjadi malas. Ia tak akan melakukan apa-apa lagi. Seperti orang sakit yang meneguk obat yang pahit dan meninggalkan puluhan makanan lezat; jika ia tidak mengharapkan sehat, bagaimana bisa ia tahan meneguk obat yang pahit ?

Allah akan menganugrahkan apa yang kamu minta. Sejauh mana semangatmu, sejauh itulah kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta. "Burung terbang dengan kedua sayapnya, dan orang mukmin terbang dengan semangat yang dimilikinya." Sebagian anak adam memilih mengikuti akalnya ketimbang hawa nafsunya, sehingga mereka sampai pada tingkat malaikat dan cahaya murni.  Mereka ini adalah para nabi dan wali. Mereka telah terbebas dari rasa takut dan harapan, karena itulah "Maka tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" ( Qs. Al-Baqarah: 38).

Adapun sebagian yang lain, lebih memenangkan hawa nafsunya ketimbang akal, sehingga mereka benar-benar menjadi seperti binatang. Sedangkan sisanya masih dalam pergulatan hawa nafsu dan akal. Mereka adalah sekelompok orang yang dalam diri mereka berbaur dengan perasaan, sedih, gelisah, sakit, menderita dengan kehidupan yang mereka jalani. Mereka adalah orang-orang mukmin ditunggu para wali untuk dibawa ke tempat asal mereka, untuk membuat mereka seperti para wali. Di tempat lain mereka juga ditunggu oleh para setan untuk diseret, untuk dibawa ketempat yang paling rendah untuk dijadikan teman mereka.

Marilah kita beristigfar karena pikiran dan paradigmamu itu, kita tidak akan menyangka bahwa impian kita tidak terwujud dengan tangan dan kakimu, ternyata Allah-lah yang mewujudkan impian itu. Sekarang, setelah kamu menyadari bahwa Allah yang mewujudkan impian itu. Sekarang setelah kamu menyadari bahwa Allah yang mewujudkan semua itu, bersitigfarlah.

Hikmah

Hikmah itu seperti hujan. Di tempat penyimpanannya ia tak pernah habis, tapi ia turun sesuai kebutuhan; di musim dingin dan musim semi, di musim kemarau dan musim gugur, selalu dalam kadar yang sesuai dengan kebutuhan di musim itu kadang bertambah kadang berkurang jumlahnya. Tapi yang jelas, hujan tidak memiliki batasan tempat di mana ia akan turun.

"Tidak ada sesuatu, yang baik atau buruk, kecuali Kami memiliki ruang penyimpanannya yang tak memiliki batas, akan tetapi sesuatu itu Kami berikan sesuai kebutuhan" Satu kepastian itu lebih utama dibandingkan Seratus keraguan. Mereka yang belum sampai kepada tujuannya itu masih memiliki harapan untuk sampai juga. Semua yang dikerjakan oleh manusia akan dinilai oleh Allah SWT. Bahkan jika kedua matanya tertutup, usaha mereka tidak akan hilang. "Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka kerjakan." (Qs. Al-Sajdah: 17).

Dari sini dapat kita lihat bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sanggat besar. Segala bentuk yang ada di dunia ini hanya mengikuti dan menjadi alat bagi pikiran; yang mana tanpa pikiran, bentuk-bentuk itu akan mati dan kaku. Mereka yang hanya mementingkan bentuk dan hanya menyibukkan dirinya dengannya juga akan mati; mereka tidak mampu menembus makna. Mereka adalah anak-anak dan belum dewasa. Sekalipun penampilan mereka seperti seseorang yang bisa dianggap sebagai panutan.

"Kita telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar", artinya kita sedang bertempur melawan bentuk dan berusaha mengalahkan para shuwariyyin (orang-orang yang memperhatikan bentuk) ini. Selanjutnya kita juga harus berhadapan dengan tentara-tentara pikiran, sehingga pikiran yang baik dapat menghancurkan pikiran yang buruk dan mengusirnya dari kerajaan tubuh kita. Inilah yang disebut Jihad besar, pertempuran yang Agung.

Kamu adalah esensi, sementara dua dunia itu adalah aksiden (tampilan luar) bagimu, Dan esensi yang kamu cari dari aksiden sama sekali tak berharga. Tangisilah orang yang mencari ilmu dalam hati. Dan tertawalah pada orang yang mencari akal dalam jiwa. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. (Qs. al Nazi'at: 40-41).

Allah berkata; " Semua sifat yang aku miliki tidak terbatas, dan kami mengirimnya kepadamu dengan kadar tertentu". Rasulullah Saw, senantiasa bertindak atas nama jemaah. Hal ini dikarenakan berkumpulnya jiwa-jiwa akan memberikan pengaruh yang sangat besar dan penting, yang tidak bisa dihasilkan oleh satu jiwa. Inilah alasan mengapa masjid dibangun, agar orang sekitar bisa berkumpul sehingga rahmat serta manfaat menjadi berlipat.

  *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.





Opini_Lebih Indah dari 100 Makna


Lebih Indah dari 100 Makna
Oleh: Aji Muhammad Said

dok pribadi; salah satu masjid di Kab. Musirawa

"Semua yang dicintai itu cantik, tapi tidak semua yang cantik itu dicintai". Cantik adalah bagian dari sifat sesuatu yang kita cintai, dan sifat sesuatu yang kita cintai itulah asalnya. Ketika seseorang dicintai, maka orang itu akan menjadi cantik di mata orang yang mencintainya; bagian dari sesuatu tidak akan terpisah dari keseluruhannya, sesuatu yang melekat pada bentuk keseluruhannya."

Maulana Rumi berkata, siang-malam kau terus berperang, berharap akan mampu memperbaiki ahlak seorang perempuan dan menyucikan amal perbuatannya melalui dirimu. Akan lebih baik kiranya kalau engkau memperbaiki melalui dia, ketimbang mencoba memperbaiki ahlaknya melalui dirimu. Ubahlah dirimu dengan perantaraan dia. Datanglah padanya dan terima semua yang ia katakan, sekalipun apa yang ia ucapkan adalah mustahil. Buanglah kecemburuan meskipun cemburu sifat yang melekat pada laki-laki. Karena itu membuat sifat baik dan buruk pada dirimu bersatu.

Kita belajar dari Rasullulah bahwa kamu harus mampu memikul rasa sakit, menyingkirkan kecemburuan, dan agresivitas, beban dalam menafkahi dan memberi pakaian pada istri, serta ribuan kepedihan lainnya yang tak berkesudahan. "Inilah dunia Muhammad". Sedangkan cara Nabi Isa a.s adalah bergelut dengan kesendirian, menundukkan hawa nafsu, sedangkan cara Rasulullah adalah dengan memikul ketidak adilan, penderitaan yang terjadi dalam berpasangan.

Jika kamu memiliki ketenangan maka kamu akan menentramkan hati untuk memikul seratus pukulan, dan kamu juga akan menemukan buah dan hasilnya, atau kamu akan percaya hatimu yang tersembunyi bahwa “sesuatu akan terjadi sesuai dengan apa yang akan mereka katakan dan kabarkan, dan aku akan bersabar hingga sampai tiba waktunya."

Meski saat ini aku tidak mendapat hasil apa pun dari penderitaan ini, pada akhirnya nanti kita akan sampai ke gudang-gudang itu. Itu akan terjadi ketika kamu menjadi lebih dewasa. Itulah perbedaan antara perempuan dan cendekiawan. Entah kamu mau mengajak perempuan bicara atau tidak, mereka akan masih sama tidak akan merubah tabiat dan wataknya. Kata-katamu tidak akan berpengaruh pada mereka, bahkan bisa lebih buruk.

Ketika engkau memerintahkan perempuan, engkau akan duduk di tengah, dan hasratmu bertambah pada dua hal yang berbeda, dan kamu menggangap dirimu benar. Itu adalah pandangan yang salah. Jika dalam diri mereka terdapat jiwa yang bisa mencegah mereka untuk berbuat jahat, maka hasilnya sama saja apakah kamu mencegahnya apa tidak, mereka akan berjalan sesuai dengan tabiat dan watak mereka. Jadi kosongkanlah pikiranmu dari kesedihan dan kegelisahan. Jika tidak maka kamu akan menjadi sama saja seperti mereka, yang terjadi bukanlah kamu mencegahnya, tapi justru membuat masalahnya semakin besar.

Jika teguran pergi begitu pula dengan cinta, dan cinta akan tetap tinggal jika teguran terus ada. Solusinya adalah seseorang harus memiliki pandangan hati, setelah itu ia dapat melihat duduk presisi ketepatan, kondisi sebuah masalah. Jika tidak memiliki pandangan hati lantas bagaimana ia dapat melihat sesuatu yang tersembunyi. Selain itu lakukanlah sesuatu itu secara bertahap, pertama tawarkanlah nasihat kepada mereka, sedikit demi sedikit. Jika tidak mau mendengar gunakanlah paksaan. Jika mereka belum mau mendengar, tinggalkan saja dia, referensi Qs. Al-Nisa': 34.


 *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.