Selasa, 05 Mei 2020

Opini_Cahaya Sang Pencipta

Cahaya Sang Pencipta
oleh: Aji Muhammad Said

via unsplash



ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

 Arab-Latin: Allāhu nụrus-samāwāti wal-arḍ, maṡalu nụrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah, az-zujājatu ka`annahā kaukabun durriyyuy yụqadu min syajaratim mubārakatin zaitụnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyatiy yakādu zaituhā yuḍī`u walau lam tamsas-hu nār, nụrun 'alā nụr, yahdillāhu linụrihī may yasyā`, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās, wallāhu bikulli syai`in 'alīm

Terjemah Arti: Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Tafsir Quran Surat An-Nur Ayat 35 35. Allah adalah cahaya langit dan bumi, pemberi petunjuk kepada semua makhluk yang tinggal pada keduanya. Perumpamaan cahaya Allah dalam hati seorang mukmin adalah seperti satu lubang yang tak tembus di suatu dinding,yang di dalamnya ada pelita. Pelita itu ditempatkan dalam kaca bening seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak yang berasal dari pohon yang berkah, yaitu pohon zaitun yang tumbuh di tempat yang tidak dihalangi oleh sesuatupun dari sinar matahari, baik di pagi atau sore hari. Lantaran kemurnian minyaknya, maka ia hampir saja bercahaya dan menerangi walaupun tidak disentuh api, lalu bagaimana bila disentuh oleh api?! Cahaya lampu berada dalam cahaya kaca (cahaya yang berlapis-lapis). Beginilah perumpamaan hati seorang mukmin bila di dalamnya bersinar cahaya petunjuk. Allah membimbing kepada cahaya-Nya, yaitu Al-Qur`ān, siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan Allah menjelaskan banyak perkara dengan membuat perumpamaan-perumpamaan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari-Nya.

Dalam bertaqwa memanglah berat, karena itu wallahu a'lam Allah berfirman, "fattaqullaha mastatha'atum!" (maka bertakwalah semampu kalian) (Qs. 64: 16). K.H. Mustofa Bisri mengibaratkan takwa seperti atlet yang ingin mendapatkan piala juara, memang berat. Maka dari itu haruslah memiliki niat, berlatih dengan tekun, dan mengerahkan segenap tenaga. Jadi semampunya ternyata juga bukan berarti seenaknya. Apabila dalam perjalanan hidup ini, kita tidak bisa istiqomah dalam menghadap Allah, maka sepanjang perjalanan hingga akhir kita akan senantiasa sulit menepiskan rasa khawatir dan susah di hati. Sebaliknya apabila kita dapat, maka kita akan seperti Rasulullah yang mendapat jaminan Allah memperoleh kedamaian hati sepanjang perjalanan. 

Kegelapan yang mengantarkan kita pada cahaya. Warna hitam tidak pernah ada, yang ada hanya warna putih yang beredar dan memudar menjadi berbagai butiran warna. Pada hidup kita senantiasa berjalan pada kegelapan. Sedemikian itu hidup adalah kegelapan, maka kita akan senantiasa merindukan cahaya. Setiap kejadian itu ada ketidak pastian, dan kepastian, melangkahlah, dan hanya kepada Allahlah kita berharap. Andalkanlah selalu nama Muhammad, agar Allah senantiasa cinta dan tidak tega terhadap kita, namanya selalu menjadikan cahaya yang dituju kepada Allah. Jadilah orang yang senantiasa, memiliki ilmu, cinta, kebijaksanaan, dan kesetiyaan. Urusan cinta apapun asalkan kaitannya dengan Nabi Muhammad dan Allah, maka cinta itu menjadi baik. Kalau kita mengungkapkan cinta, kita tidak bergantung pada orang lain, tapi bagaimana mengungkapkan cinta sesuai nilai yang kita punya. Sholawat itu merupakan media perantara. Melalui sholawat menjadikan cinta segitiga antara manusia, Nabi Muhammad, dan Allah.

Pengakuan seseorang bertuhan kepada Allah belumlah dianggap sah sebelum mengakui ke-Rasulan Nabi Muhammad saw sebagaimana telah digariskan oleh konsep dua kalimat syahadat. Orang yang tidak mengucap Dua kalimat syahadat adalah orang yang tidak beriman, sebab mereka menolak kebenaran Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah. Keyakinan umat Islam disebutkan bahwa nama Nabi Muhammad saw terhitung amal mulia sebagai do'a yang digubah dalam bentuk sholawat. Mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad saw menjadi suatu amal shalih, karena Allah didalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab 56 memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad.

Pada titik ini kita akan mulai paham bahwa manusia tidak akan mampu menjamin apapun pada diri kita pada hidup kita. Posisi manusia adalah pada posisi berdoa, dan berharap, posisi memohon kepada Allah. Mudah-mudahan Allah tidak memalingkan kita dari garis lurus shirathal mustakim, walapun sebagai manusia sulit untuk mempresisikan diri. Selain itu kita juga harus paham, kita sebagai manusia adalah ciptaan dan Allah adalah pencipta kita, pencipta seluruh alam semesta. 

Sang Pencipta 

mintalah fatwa kepada hati nuranimu

"minhaisu ala tafshin"
'segala sesuatu itu ada rohaninya, percayakan sesuatu pada Allah'

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. — Quran Surat At-Talaq Ayat 3.

Tiga Tingkatan Allah Sebagai Sang Pencipta

1. Khalik, yang dimaksud dengan Khalik sendiri adalah Allah SWT. Al-Khalik merupakan salah satu asmaul husna dari Allah SWT yang wajib diketahui. Pada manusia keadaan makna katanya menjadi membuat. Ini berarti menciptakan, bagi manusia bisa menjadi perantara dalam membuat kreasi. Ini berarti Allah hadir menjadi Pencipta.

2. Al-Bar`u, yakni (yang darinya diambil kata Al-Bari`) memiliki makna Al-Faryu, yaitu melaksanakan dan memunculkan atau mengadakan apa yang, Allah tetapkan menuju ke alam nyata. Dan tidak semua yang bisa menetapkan sesuatu dan mengaturnya mampu untuk melaksanakan dan mewujudkannya, selain Allah. Makna Al-Bari` adalah yang menciptakan tanpa meniru, dan mewujudkan ke alam nyata apa yang Allah tetapkan. Ini berarti mewujudkan, mengadakan, melaksanakan, bagi manusia bisa menjadi menghasilkan menjadi ada. Ini berarti Allah hadir menjadi Zat yang dapat mewujudkan sesuatu.

3. Bentuk mashdar dari al-Mushawwir adalah al-Tashwir. Sesuatu yang mempunyai panjang, lebar, besar, kecil, dan apa saja yang melengkapinya, untuk menjadikan sempurna dan sesuatu yang berbentuk. Jadi, Allah tidak sekedar menciptakan segala sesuatu dan memberi ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, tetapi juga dengan rupa yang indah.

Sehingga, sifat Al-Mushawwir melengkapi sifat yang lainnya, yakni sifat Al-Khâliq dan Al Bâri’. Allah adalah Al-Khâliq, karena Dia yang mengukur kadar ciptaannya. Allah Al-Bâri`, karena Allah yang mengadakan sesuatu dari ketiadaan. Sedangkan Allah Al-Mushawwir, karena Dia-lah yang memberi bentuk, citra, ciri, dan karakter untuk setiap ciptaan-Nya, sehingga semua tampak serasi, sempurna, dan penuh keindahan. Semua makhluk Allah ciptakan tanpa ada contoh sebelumnya, tetapi semua sesuai dengan kehendak, ilmu, dan hikmah Allah (Rahmad Ramadhan al-Banjari: 164).

Seorang hamba yang bermunajat dan berzikir dengan nama Allah Al-Mushawwir dan meneladaninya, akan hadir dalam dirinya kemampuan untuk memaksimalkan kemampuan, potensi-potensi yang telah Allah berikan kepadanya. Potensi tersebut harus terus dilatih dan dikembangkan, sehingga lahir sebuah karya yang memberikan manfaat kepada sesama.

Referensi :

·         Dr. Hasan el-Qudsy, The Miracle of 99 Asmaul Husna, Ziyad Book, 2014
·         Abd Rahman R, Memahami esensi asmaul husna dalam alqur’an (Implementasinya Sebagai Ibadah dalam Kehidupan), UIN Alauddin.

*Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Senin, 04 Mei 2020

Story and Review_CB Sembrani_SSJ-01

CB Spesial Superjik-01
oleh; Aji Muhammad Said

dok pribadi. CB Sembrani custom 2020

Alkisah sebuah motor yang mulai saya bangun dengan kerja keras, harapan, dan doa pada periode masa kuliah di Jogjakarta. Sebuah sepeda motor GL-Pro Series 160 CC berwarna hitam yang saya beli di Wonosobo dengan salah satu makelar motor. Motor ini merupakan motor yang saya beli dengan mengumpulkan tabungan dan sempat berhutang dengan orang tua. Motor yang kala itu belum tenar, dan menjadi primadona banyak orang, sebuah angan-angan sederhana di mana saya menginginkan kendaraan multifungsi yang sifatnya custom ubahan berpenampilan Honda CB. Nuansa klasik ingin saya cari bersamaan dengan nuansa modern dengan mengupgrade beberapa part.

Motor ini mulai berganti nama sesuai periodesasinya. Banyak pengalaman, pengetahuan, dan pelajaran yang mengartikan sebuah nama menjadi penting, karena beberapa hal melekat pada pemilik sepeda motor ini. Nama yang pertama sendari awal CB ini, saya berinama Monalisabeth, karena terinspirasi oleh karakter monalisa yang ada di mancanegara, dan sosok karakter wanita cantik yang menjadi idaman, namun seiring berjalan waktu unsur klasik saya rasa tidak cocok dengan motor ini, hinggalah berubah nama menjai Kyai Cemengroksa Anoman, di mana namanya saya angkat dari tokoh wayang anoman dan mengingat senjata maupun kendaraan leluhur zaman dahulu senantiasa menggunakan nama kyai, sedangkan cemeng berarti hitam, sedangkan roksa berarti kuat. Seiring saya merubah-rubah motor ini saya kepikiran nama yang sederhana dan bisa disingkat, munculah singkatan dengan menambahkan inisial saya yakni CB Sembrani Spesial Superjik 01, yang memiliki arti bahwa sembrani berangkat dari nama kuda terbang pegasus dalam mitologi jawa, spesial karena motor ini spesial bagi saya, Superjik ini nama samaran saya, 01 menjadi nomor urut dari tunggangan yang saya miliki. Namun biar mudah saya panggil jadi CB Sembrani, ibarat kata tetap kuat seperti kuda Sembrani, namun mempesona seperti bidadari.

Saya mulai belajar tentang dunia otomotif dari motor yang saya incar ini. Banyak referensi yang muncul dengan bersamaan bomingnya media sosial seperti Instagram maupun Facebook, hasrat untuk membangun sebuah motor pun muncul. Survey beberapa lokasi tempat onderdil bekas, pasar loak (klitikan, jejeran, pasar pahing, pasar senthir yang ada di Yogyakarta) pun saya buru guna saya pasang di motor ini.Tidak luput juga pengawasan beberapa bengkel yang menjual spare part otomotif saya cari guna menemukan tempat yang menjangkau secara budget untuk membangun motor ini. 

Tidak ketinggalan beberapa event rakyat yang berkaitan dengan keluarga honda (CB,GL, MP, Tiger, C-Series) saya ikuti untuk menambah eforia menikmati bagaimana rangkaian sepeda motor ini dalam seduluran, berteman, hingga mencari ajang berbagi dan bersilaturohmi, selain juga dangdutannya. Banyak event yang baru saya ketahui dan menjadi buah pemahaman yang memiliki sekala sendiri-sendiri, dari JAMNAS, JAMDA, TRIWULAN, SEWINDU, HUT, ANIVERSARY, dan masih banyak lagi yang saya jelajahi. 

Banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari motor ini, namun 1 prinsip yang paling berkesan bahwa "wong seneng kui larang regane" bahwa orang senang itu mahal harganya, menikmati otomotif sama halnya menyelami hoby, bahwa dalam membangun motor ini ada transaksi yang terjadi, ada tenaga yang dikeluarkan, sampai pada hal-hal yang dikorbankan. Semua itu serasa mengkonsep menjadi satu dalam berpikir menuangkan ide-ide, namun kadang ada beberapa 1 hingga 2 dua hal yang tidak pas dengan keinginan kita. Ada hal yang membuat kita tidak pernah puas, ya memang sudah menjadi naluri harfiah bahwa manusia itu tidak ada yang merasa puasa akan banyak hal, hingga akhirnya dirinya sendiri merasa cukup.

Pembelajaran yang utama dari motor ini adalah bahwa dalam membangunnya ada part yang cocok dan ada part yang tidak cocok ketika dirangkai menjadi satu, sehingga perlu ide-ide kreatif untuk menyamakan dengan mekanik yang kita percayai, hingga salah-salah konsep atau ide kita tidak bisa tersampaikan, tapi itu bukan masalah, karena bergantung bagaimana kita menyampaikannya dan mempercayai langkah untuk membangun kedepan. Salah satu korban yang menjadi fakta adalah ketika kita tidak tepat dalam membeli spare part, solusi yang dilakukan kita jual lagi ke forum jual beli online atau kita simpan sebagai rongksokan. berikut beberapa part yang tidak terpakai, dalam proses iklan jual, hingga menggendap menjadi rongsokan.

 




Berlanjut lagi pada part yang menjadi primadona, kesan primadona disini saya tujukan pada part yang memang saya anggap berharga karena juga menjadi poin penting motor ini. Banyak yang beranggapan bahwa part ori merupakan part yang layak dan berkualitas ketika dipasang di sebuah motor. Saya tambahkan part ori yang ghaib sifatnya langka yang saya kira menjadi layak selain awet dan mempesona. Part tersebut contohnya adalah kenalpot ori kleper HM KEG yang melekat pada motor GL-PRO ubahan CB saya ini, kemudian ada Tutup Noken As yang memiliki julukan istimewa yakni "Wadah Sabun" yang berbentuk seperti wadah sabun, terpasang pada motor saya ini. Berikut penampakannya;

 

Kaitannya beberapa sparepart motor, tentunya motor ini bukan merupakan motor kontes, melainkan motor yang memiliki konsep dailyuse/motor harian. Sehingga untuk menunjang aktivitas sehari-hari perlu upgrade beberapa sektor agar enak digunakan, fugsional, dan tentu saja enak dilihat. Sudah telihat secara sekilas motor ini merupakan motor teyeng yang berarti motor berkarat. Namun walaupun demikian saya sebagai pemiliknya menikmatinya sebagai sebuah motor yang saya modif dengan konsep dan ide yang saya tuangkan, sama halnya seperti karya seni, motor ini pun sama, memiliki seni estetika sesuai hasrat dang keinginan creatornya. Adapun beberapa aspek yang saya upgrade, mulai dari mesin saya jadikan double sateter, sehingga tidak perlu pakai engkol dalam menghidupkannya, Jog saya ubah untuk jog yang anti ngembos, lalu untuk klakson saya pakai klakson mobil hella agar beda dari yang lain.

 


Periodesasi ubahannya pun cukup rumit, dari mengubah body GL-PRO Series Kotak menjadi CB sederhana, kemudian berubah lagi menjadi sepeda herex dimana shock depan tinggi menjulang seperti tower, hingga menjadi seperti sekarang CB begel panjang, yang banyak dikenal dengan CB ala ngajukan istilahnya. Namun semua itu merupakan sebuah proses, memang bisa keluar uang banyak yang tidak terasa, namun setidaknya motor bisa jalan tampilan lumayan, dan berproses untuk lebih baik lagi. Berikut tampilan ubahan-ubahannya.

Tahun 2015 tampilan ubahan awal, ban masih pakai ring 18' mesin belum beres.

Tahun 2016 mulai merubah tampilan dengan upgrade shock YSS, ban ring 17, dan knalpot Tirev Imi.

Tahun 2017 mulai berbenah lagi shock dipanjangkan dengan sambungan, slebor ganti cb 125, mesin ganti seher, kenalpot dikembalikan klepernya.

Tahun 2018 jadi sepeda herex terbang, tangki bocor membuat rumit segalanya, ganti tangki kudusan yang saya pasrahkan finishing poxy dan cat malah tidak beres, alhasil daleman berkarat, saya akali dengan resin tidak pas resin mengendap, ditambah karbu rembes dan bocor, mengakibatkan kudu ganti tangki lagi.

Tahun 2020 saya mulai memberanikan diri untuk membangun awal motor ini lagi. Ibarat kata sebuah komputer saya reset ulang untuk penataan bodynya, hingga pembenahan sektor listrik dan lain sebagainya. 

hingga jadilah seperti ini, untuk lanjutannya kemungkinan masih berproses untuk terus saya benahi, dan semuanya memang butuh proses dan kesabaran.


Spek CB Sembrani;
Slebor depan ninja : 55
Tromol set cakram tiger
kaliper tiger set handle : 200
Stang cb 150r : 80
Handle kopling klx : 75
Holder kiri old vixion : 70
Gas spontan daytona : 60
Karbu pe 28 scarlet set manipol : 300
Tangki pres cb solo : 400
Jog  anti gembos : 175
Footstep vega : 75
Arm set kaze impor : 230
Sein lampu set depan belakang : 24
Gear set belakang : 55
Slebor cb 125 treestar 528: 180
Lampu set dudukan : 135
Begel panjang set manisan : 120
Sambungan buntut CB : 180
Wadah aki : 25
Dudukan plat : 15
Klakson hella sedan : 225
Rantai : 40
Shok YSS 320 : 390
Sepido : 45
Stopkontak : 85
Dudukan kontak : 35
Kran tilam : 60
Amblem tangki : 20
Kran tiger : 60
Ban Mizzel Power tread depan belakang dalam +luar  160: 330
Velg sepasang : 60
Stbilizer stang : 25
Kotak Sabun : 252
Kabel body 150
Kiprok 150
Kunci kontak 50
Balik nama CB : 600
Set tata rangka+double stater: 2520
Basic gl-series neotek 1997: 5500

*Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.

Minggu, 15 Maret 2020

Opini_Samudra Hikmah Dibalik Keluhan Dunia


Samudra Hikmah Dibalik Keluhan Dunia
Oleh: Aji Muhammad Said

via unsplash


Jadi apabila sesuatu telah ditentukan bagimu, tentu sesuatu itu akan datang padamu, suka atau tidak suka. Maka dari itu, sungguh tidak patut, kekuranglayakan dan kerasukan terwujud padamu, kedua-duanya tertolak oleh akal dan ilmu. Jika sesuatu itu ditakdirkannya bagi orang lain, mengapa kita bersusah payah meraih sesuatu yang tidak bisa kita raih? Jika sesuatu tidak diturunkannya kepada siapa pun, hanya sebagai cobaan, bagaimana mungkin seorang arif menyukainya dan berupaya keras meraih itu? Terbuktilah bahwa seluruh kebaikan dan keselamatan terletak pada menghargai keadaan yang ada. Memaksa diri untuk bahagia adalah cara mengimani qadha dan qadar. Jangan sampai karena terlalu sering mengeluh menyebabkan kita tidak percaya takdir. Terpaksa bahagia juga merupakan sebuah keberkahan, karena kita mampu menerima keadaan, ridha dengan apa yang Allah kasih dan apa yang Allah berikan pada kita pada keadaan kita.

Jangan berupaya menjarah suatu rahmat dan jangan pula berupaya menangkis datangnya suatu bencana. Rahmat Allah akan datang kepada kita jika ia sudah ditakdirkan bagi kita, baik kita suka ataupun tidak suka. Bencana akan menimpa kita jika itu takdir bagi kita, tangkislah semuanya dengan doa atau menghadapinya dengan kesabaran dan keteguhan hati demi mendapatkan keridaan-Nya. Coba rasakanlah rahmat-Nya di dalam bencana atau menyatulah sedapat mungkin dengan-Nya, lewat segala sarana spiritual yang kita miliki. Sebuah bencana yang menimpa seseorang bukanlah untuk menghancurkannya, tetapi itu adalah cobaan untuk kita. Cobaan untuk mengukuhkan iman kita. Menguatkan pilar-pilar keyakninan yang kita miliki, dan memberikan kabar baik secara rohani kabar baik dari-Nya tentang kehendak-Nya atasmu. Allah berfirman;
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian, agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antaramu; dan agar Kami nyatakan hal ihwal kalian.” (QS. Muhammad : 31).

Kita adalah korban segala yang kita lihat. Jadilah orang yang terlepas dari ciptaan, nafsu duniawi, dan kedirian. Dengan demikian mereka jadikan taat dan pemujaan sebagai kewajiban mereka dan kukuh dalam keduanya dengan bantuan-Nya tanpa mengalami kesulitan. Kepatuhan dapat dikatakan menjadi jiwa dan keseharian orang-orang yang saleh. Akhirnya dunia menjadi rahmat dan menyenangkan bagi mereka. Sebab, bila mereka melihat sesuatu, mereka melihat di balik sesuatu itu penciptaan-Nya. Maka, orang-orang ini memberi daya kepada bumi dan langit untuk menyenangkan bagi yang mati dan yang hidup.

Apabila ilmu hikmah kita tinggi, keyakinan kita teguh, hati kita tercerahkan, maqam hati kita makin dekat dengan-Nya, kita diberiNya kemampuan “melihat ke depan”, sebagai tanda kerelaan dan sebagai penghargaan atas harkat kita. Ini hanyalah sebagian dari keridaan-Nya sebagai rahmat dan petunjuk-Nya.

Ketahuilah, bahwa para guru amal dan guru ilmu akan menunjukkan engkau jalan menuju Allah. Langkah tahap pertama yaitu dengan perkataan. Pada tahap kedua, yaitu dengan mengamalkannya. Dengan cara ini, engkau akan bertemu dengan Allah. Jangan mengharapkan balas meskipun itu Pahala, tapi fokuskan hati kita pada Allah. Pahala yang sebenarnya adalah keridaan-Nya kepadamu dan kedekatanmu kepada-Nya dunia dan akhirat.

Barang siapa di antara manusia yang ingin menghidupkan hatinya, hendaklah dia membiasakan berzikir kepada Allah di dalam hatinya itu dan hendaklah dia merasakan ketentraman bersama-Nya. Wahai hamba, berdzikirlah engkau kepada Allah dengan hatimu sebanyak seribu kali dan dengan lisanmu sekali. Zikir adalah zikir hati dan zikir batin, kemudian zikir lisan. Berzikirlah, sehingga itu bisa melebur dosa-dosa kita. Dengan demikian, dosa sama sekali.

Janganlah kita sebagai manusia mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpa kita kepada siapapun, baik pada kawan maupun kepada lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhanmu atas semua takdir-Nya kepadamu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu. Berikanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu dan segala puji syukurmu atas semua itu. Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas suatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu lebih baik ketimbang cerita-ceritamu perihal kepedihan hidup. “Dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu tidak akan sanggup menghitungnya.”(QS. Ibrahim: 34).

Betapa banyak nikmat yang telah kita terima dan tidak kita sadari. Jangan merasa senang dengan ciptaan, jangan menyenanganginya, dan jangan menceritakan hal ihwalmu kepada siapa pun. Cintamu harus kita tujukan hanya kepada-Nya, merasa senanglah dengan-Nya, dan mengeluhlah hanya kepada-Nya. Jika Allah berkehendak menimpakan keburukan untukmu, tidak seorangpun sanggup mencegahnya, selain ia sendiri. Jika ia berniat melimpahkan kebaikan, tidak seorang pun sanggup menahan turunnya rahmat-Nya.

Jika kita mengeluh terhadap-Nya, padahal kita nimati rahmat-Nya, kita tamak, dan menutup mata atas yang apapun yang kita milik, Allah murka kepada kita, mencabut kembali nikmat-Nya dari kita. Mewujudkan segala keluhan kita, melipatgandakan kesusahan kita, dan memperhebat hukuman, kemurkaan, dan kebencian-Nya kepada kita.

Sesungguhnya sebagian besar musibah yang menimpa anak Adam dikarenakan oleh keluhan-keluhan mereka terhadapNya. Kenapa menyalahkan-Nya. Padahal ia Maha Pengasih, Maha Adil, Maha Sabar, Maha Penyayang, dan yang lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dapatkah kita temui suatu kesalahan pada diri seorang ayah atau ibu yang berhati mulia? Nabi Muhammad bersabda: “Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya ketimbang seorang ibu terhadap anaknya.”

Nabi Muhammad saw. bersabda: “Campakanlah segala yang menimbulkan keraguan di benakmu, tentang yang halal dan yang haram, ambilah segala yang tak menimbulkan keraguan pada dirimu.” Bila sesuatu yang meragukan berbaur dengan segala sesuatu yang tidak meragukan, ambilah jalan yang didalamnya tidak ada sedikitpun keraguan. Nabi bersabda: “Dosa menciptakan kekacauan dalam hati.” Tunggulah bila dalam keadaan begini perintah batin. Bila kau diperintahkan untuk mengambilnya, lakukanlah sesukamu. Apabila dilarang, jauhilah, anggaplah itu tidak pernah terwujud (maujud) dan berpalinglah ke pintu Allah, serta mintalah pertolongan dari Tuhanmu.

*Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.


Rabu, 11 Maret 2020

Opini_Rahmat Tuhan itu adalah Waktu


Rahmat Tuhan itu adalah Waktu
Oleh: Aji Muhammad Said

via unsplash

"Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah satu ilusi saja." (Qs. Al-Adid [57:20)". Sesungguhnya, jika seseorang itu dapat melihat kebenaran melalui mata hatinya, sama dengan yang dilihatnya masih hidup ataupun sudah mati, maka kebenaran itu tetap tidak akan hilang. Syekh Abdul Qadir Jaelani berwasiat bahwa apabila kamu belum bisa menjadi musuh terhadap kesendirianmu, janganlah kamu berharap menjadi orang yang saleh. Yang dimaksud dengan menjadi musuh terhadap kesendirianmu, yaitu bahwa kamu benar-benar melepas segala kemaujudan, baik gerak-gerikmu, diammu, pendengaranmu, pembicaraanmu, perilakumu, pikiranmu, dan segala sesuatu yang muncul dari dalam dirimu.

Berbagai warna cahaya di dunia ini berasal dari cahaya matahari sebagai pusat cahaya dunia, sedangkan cahaya di dalam diri manusia itu berpusat di hati. Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh bahwa kehormatan seseorang itu terletak pada ucapannya dan kebaikan raganya itu terletak pada kesopanannya dalam berbusana. Lain warna lain pula harapan. Orang yang memiliki harapan dan dipenuhi dengan harap akan senantiasa terus mencari, sementara orang yang penuh ketakutan akan melarikan diri. Kehidupan memiliki mata pisau dua sisi, tidak ada hidup yang kejam, kecuali manusia yang malas. Kejam itu konsep dari pikiranmu. Jangan malas menelaah segalanya. Tuhan dengan sengaja menciptakan ‘malas’ agar kita hindari, bukan turuti. Agar kita bisa ridha dengan segala ketentuan-Nya, mulai sekarang kita harus mulai belajar menyiapkan ridha pada apa yang kita sangat tidak setuju. Allah tidak berjanji hidup ini mudah, tapi Allah berjanji setelah kesulitan ada kemudahan, jadi jangan menyerah.

Kita terjauhkan dari segala sesuatu, kecuali kehendak Allah. Pada maqam ini, keajaiban akan menimpa kita. Segala sesuatunya tampak seolah-olah dari kita, padahal sebenarnya dari Allah. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad saw; “Hamba-Ku yang beriman senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku, dengan mengerjakan salat-salat sunah yang diutamakan, sehingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi telinganya, dengannya ia mendengar, dan menjadi matanya, dengannya ia melihat, dan menjadi tangannya, dengannya ia bekerja, dan menjadi kakinya, dengannya ia berjalan.”

Pemilik otoritas sejati adalah Allah SWT. Kita akan salah besar apabila memiliki otoritas akan sesuatu. Karena sebenar-benarnya yang berhak atas sesuatu tersebut adalah Allah SWT. Ya Al-Yahdi Man Yasya. Jangan berpikir bahwa hidayah Allah itu terbatas. Dalam keadaan apa saja, Allah senantiasa memberikan pentunjuk dan rizqi, maka Allah disebut sebagai Al-Yahdi. Allah sebagai penguasa alam semesta Allah sebagai Al Malikul Haqqul Mubin. Semua tempat di bumi merupakan saksi bagi kita dalam melakukan segala amal perbuatan.

Take for granted, Allah senantiasa memberikan rahmat, tapi jangan jadikan itu otomatis, jika tidak diimbangi dengan perbuatan baik. Jangan menunggu rahmat, tapi siapkan diri bahwa setiap kesempatan dan keadaan yang ada adalah rahmat, itulah yang disebut kesadaran rahmat. Setiap rahmat yang diberikan Allah itu merupakan cinta yang Ia beri. Seperti sebuah cinta yang Allah ajarkan kepada manusia, setiap rasa atau cinta yang diberi itu kadang hanya meminta kita membayar dengan kesanggupan tanpa syarat. Kehidupan ini seakan tidak pernah adil tapi keajaiban akan selalu ada di dalamnya, karena tidak ada satu orang pun yang luput dari perhatian dan rencana sang pencipta. Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cintai maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cintai.

Proses pencerahan rohani dalam diri manusia hanya akan diketahui oleh manusia yang mengalaminya itu sendiri. Cerahnya rohani akan membawa rahmat bagi pelakuknya, sedangkan rahmat tersebut akan menyelamatkan dirinya. Wujud rahmat tersebut berupa hidayah, untuk menangkap hikmah-hikmah yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari, semua peristiwa yang kita alami akan mampu kita ambil dan selami maksud kandungannya yang kemudian akan menjadikan kita semakin dekat dengan Tuhan, lebih pasrah dan sabar.

Waktu
Dunia ini seperti ular terasa halus apabila dilihat namun terasa kasar dan beracun apabila dipegang. Waspadalah pada dunia yang berisikan sesuatu yang cepat pergi dan cepat datang. Masa lalu telah lewat, masa depan akan terjadi, dan masa sekarang adalah kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Jika engkau melembut, waktu tampak olehmu. Jika engkau merengang membesar, engkau paham kebesaran ruang. Keluasan tidak ada batasannya dan tak terjangkau olehmu. Maka kuda-kuda terbaik bagi setiap mahluk, apalagi manusia, adalah kerendahan hati. Itulah “kesadaran debu”. Waktu tidak berarti bagi orang yang dipenuhi cinta, jika kita bersama cinta maka waktu akan tidak terasa dan mudah untuk di lewati.

Betapapun tinggi ilmu seseorang, kalau penerapannya dengan cara yang tidak benar, maka tidak akan memberi manfaat kepadanya. Ilmu yang dipelajarinya justru tidak menjadikan ia dekat dengan Tuhan, bahkan malah bertambah jauh. Maka dapat diketahui sejauh mana seseorang dalam mendalami agama, dapat diketahui dari budi pekertinya. Agama tidak hanya dijadikan bahan pembicaraan saja, namun agama sesungguhnya merupakan aturan yang diberikan kepada manusia agar manusia dapat hidup menurut aturan kesopanan dan tata krama yang benar. Dan seutama-tamanya seorang yang beriman adalah orang yang paling bagus ahlaknya. Sebagaimana pembawa risalahnya sendiri, yaitu Rasullulah saw, sebagai suri teladan umat, uswatun hasanah, mengajarkan secara nyata kehidupan yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan rahmatan lil’alamin.

Waktu memiliki rahasia di dalamnya. Melalui waktu dapat membunuh seseorang secara perlahan, tapi di sisi lain juga memberikan penyembuhan dengan perlahan. Syekh Abdul Qadir Jaelani juga berwasiat berkaitan dengan waktu. “Semua ada waktunya. Tahukah engkau bahwa setiap kejadian pada diri manusia itu ada waktunya, dan setiap musibah ada akhirnya? Keduanya tidak bisa dimajukan atau dimundurkan”. Berbekallah pada ilmu, iman, dan ketaqwaan, waktu bukan untuk dilawan, tapi dipersiapkan.

Saat Allah membatasi rezekimu boleh jadi itu untuk menjaga agamamu. Asy-syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan; “Betapa kita menyaksikan langsung bahwa kekayaan dapat jadi penyebab seseorang rusak, wal’iyaadzu billah. Ada orang yang kamu lihat saat dia masih susah, taat pada Allah, selalu kembali kepada-Nya, hatinya halus, dan ia tidak angkuh. Namun ketika Allah beri padanya harta yang lebih wal ‘iyaadzu billah lantas ia jadi sombong dan angkuh karena hartanya.

Dalam doa pun ada waktu-waktu, kapan doa-doamu terkabul. Ketika doamu belum dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah menaruh rasa sayangnya padamu, melalui proses panjangnya, makanya sebelum Allah memberikan kelebihan kepadamu, pertama yang harus dilakukan adalah persiapkanlah dirimu agar menjadi orang yang layak untuk mendapatkan kelebihan itu. Selain doa manusia bergantung juga pada nasib. Allah sudah menentukan nasib manusia, tetapi takdir adalah negosiasi antara harapan manusia dengan kehendak Allah. Allah menasibkan padi, manusia menakdirkan nasi. Dalam waktu, doa, dan nasib, setiap manusia pastilah menemukan jodohnya. Tuhan menciptakan jodoh. Jadi kalau kita berbuat baik, jodohnya adalah berkah, kalau kita zalim, jodohnya adalah azab. Jadi jangan sampai gampang melakukan keburukan karena nanti akan ketemu jodohnya. Jangan takut terhadap nasib kita di dunia, karena kita semua tidak bergantung pada nasib. Semua nasib kehidupan kita ada di Allah, maka kunci utamanya mendekatlah kepada Allah. Jika Allah dapat membuat kita kehilangan sesuatu yang tak terduga, Ia pun dapat memberikan kita sesuatu yang tidak terduga pula.
Ada batas di mana kita harus mengikuti ketentuan Allah, ada batas di mana kita merdeka menentukan langkah kita sendiri. Sebuah opini yang dapat memberikan pengaruh yang luar biasa, adalah anggapan bahwa pandangan bahwa besok-besok yang kita setorkan ke Tuhan bukan kepintaran, kekayaan, kekuasaan. Yang ditunggu Tuhan dari kita hanya sejarah cinta kita kepada-Nya, kasih sayang kepada manusia, dan alam.


 *Apabila mengutip tulisan ini, mohon sertakan sumber yang lengkap dari penulis, dan gunakan pengutipan yang baik dan benar, terima kasih.